Salah satu kekuatan Inbound Marketing adalah konten, Bukan hanya sekedar bikin valuable konten, tapi juga harus konsisten, Banyak bisnis owner yang mengaku punya tim kreatif.
Tim yang sengaja disiapkan oleh sang owner untuk mensupply kebutuhan konten. Yang menjadi masalah adalah ketika team yang diharapkan untuk produktif malah macet outputnya. Yang mestinya harus supply konten harian malah macet.
Dan umumnya yang jadi masalah, konten yang tidak dirilis-rilis karena overthinking
Takut kontennya kurang ini.. kurang itu.. takut gak diterima audiens.. takut engagement nya rendah, gak ada yang nge-like, gak komen, gak viral.
Akibatnya supply kontennya jadi seret. Gak posting-posting. Tapi kan tugas kita sebagai tim kreatif harus menghasilkan konten mau berkualitas dan berbobot?
Berkualitas dan berbobot menurut siapakah? Menurut kita?
Tugas kita sebagai tim kreatif itu sebenarnya sangat sederhana.Bikin konten yang “audiens banget”.
Yang relate dengan kebutuhan audiens. Cocok sama selera dan kebutuhan mereka.
Dan formula untuk bikin konten yang “audiens banget” itu simple.
Sering posting, sering dianalisa , sering diimprove Rapid experimentations. Semakin sering posting semakin tahu kita konten apa yang dimaui audiens.
Temanya apa. Formatnya seperti apa, gambar, tulisan atau video kah? Kapan postingnya?Dan seberapa sering kita posting.
Semakin banyak eksperimen yang kita lakukan, maka semakin banyak bahan untuk masukan dan perbaikan. Kreativitas itu erat kaitannya dengan produktivitas. Jadi jika klaim punya team kreatif, tapi gak produktif, berarti belum bisa disebut kreatif.
So minimal KPI yang kita tetapkan di awal adalah output yang jelas dulu. Misal sehari posting 3 gambar, 1 video pendek.
#Inboundmarketing
